Prakerin

  • 03 Desember 2015

 A.    LATAR BELAKANG

      Dalam rangka untuk mendekatkan kesesuaian antara mutu dan tamatan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu adanya dukungan dari berbagai pihak yang terkait dengan bidang keahlian yang di butuhkan oleh lapangan kerja. Salah satu pihak yang ikut serta dalam menghasilkan tamatan dan mutu pendidikan yang berkualitas dan berdedikasi tinggi serta berdisiplin ilmu adalah pihak DU/DI (dunia usaha / dunia industri).

       Pelajaran praktek yang di dapatkan dari sekolah masih belum ada artinya jika para siswa tidak di bekali / diberikan praktek kerja lapangan seperti yang terjadi langsung di dunia usaha / dunia industri. Kegiatan belajar seperti ini masih belum cukup untuk bisa menyiapkan tenaga kerja yang professional dalam bidangnya, sehingga antara demand dan supply lapangan kerja akan terjadi ketidakseimbangan. Oleh karena itu perlu adanya suatu kegiatan belajar dalam bentuk lain, sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah yang berbentuk praktek kerja industri.

       Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan wahana yang paling tepat bagi para siswa untuk mengetahui dan mempraktekkan secara langsung bagaimana proses produksi yang sedang berlangsung di sebuah industri, dan juga sebagai tahapan awal untuk beradaptasi sebelum nantinya para siswa bekerja setelah keluar dari sekolah. Dengan begitu, siswa di harapkan dapat meningkatkan kegiatan belajarnya di sekolah dengan berpijak bahwa kalau mereka nantinya bekeja di dunia usaha / dunia industri sudah betul-betul siap dan matang, sebab para siswa lebih dahulu mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang situasi dan kondisi pada saat melaksanakan Praktek Kerja Industri.

  B.     DASAR HUKUM

 Program kerja kegiatan Praktek Kerja Industri disusun atas dasar :

  1. UU No. 20 / 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Kepmen  pendidikan  dan  kebudayaan  no  323/u/1997, tentang  penyelenggaraan  prakerin  SMK
  3. Kepmendikbud No. 080/V/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan
  4. PP. Nomor : 29 / 1990 tentang Pendidikan Menengah
  5. Kep. Menaker No : 285 / MEN / 1991 tentang Pelaksanaan Pemagangan Nasional
  6. Kebijakan operasional kantor wilayah departemen Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Timur

 

 C.    MAKSUD DAN TUJUAN

  1. Secara umum, sebagai upaya kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Dunia Usaha / Industri / Instansi dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia  (SDM) Indonesia melalui peningkatan mutu pendidikan para lulusan SMK sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
  2. Secara khusus diharapkan siswa dapat :
  • Mengenal langsung lapangan kerja yang akan dihadapinya sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing
  • Menyesuaikan diri dengan lingkungan perusahaan / instansi dimana siswa tersebut melaksanakan praktek kerja industri / Instansi
  • Membina tingkat kedisiplinan kearah yang lebih terprogram, mengingat pekerjaan yang dihadapinya menuntut tanggung jawab dan prestasi
  • Mempersiapkan diri untuk menjadi tenaga kerja yang terampil yang memiliki dedikasi, kinerja serta loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaan, sesuai dengan program keahlian yang ditempuh di sekolah.

 

 D.    LINGKUP KERJASAMA

  1. Pihak perusahaan / instansi pemerintah diharapkan bersedia menerima siswa dari SMK Darul Muqomah sesuai dengan program keahlian dan profil dari program keahlian tersebut
  2. Pihak perusahaan / instansi diharappkan dapat menempatkan siswa sebanyak mungkin , yang disesuaikan pula dengan tingkat kebutuhan pada perusahaan / instansi masing-masing
  3. Pihak perusahaan / instansi dan SMK Darul Muqomah secara bersama dapat memantau dan melakukan evaluasi pelaksanaan program secara teratur dan terarah
  4. Secara bertahap diharapkan pihak perusahaan / instansi dapat menjadi “Bapak asuh” SMK Darul Muqomah dan pimpinan perusahaan / instansi berkenan duduk dalam keanggotaan Majlis Sekolah (MS).